-->

5 Faktor yang Dapat Merusak Kepribadian Muslim di Era Modern

TerraPas - Assalamu'alaikum wr.wb., Kali ini saya akan menjelaskan Sulitnya cobaan seorang Muslim di era modern sekarang ini. Diperlukan keteguhan hati dan pendirian yang kuat serta kesungguhan upaya untuk tetap bertahan hidup di atas landasan iman dan takwa. Jika tidak, apa gunanya status kita sebagai Muslim memiliki cara bertindak dan berpikir yang melenceng dan jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.

Setiap Muslim yang baik dan benar wajib menghindari kepribadian dari pengaruh-pengaruh buruk yang secara cepat atau lambat akan memengaruhi bahkan merusak kepribadian kita sebagai seorang Muslim di era modern ini.


Berikut Faktor yang Dapat Merusak Kepribadian Muslim di Era Modern :

Lingkungan
Penyebab gangguan kepribadian yang paling dominan adalah lingkungan sekitar. Lingkungan merupakan tempat pembentukan kepribadian yang sangat rawan bagi umat Muslim, karena lingkungan tempat berkumpulnya Muslim atau non Muslim.

Lingkungan tersebut sangat berpengaruh penting terhadap setiap orang yang hidup di dalamnya, baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, kita sebagai orang Muslim wajib mengidentifikasi lingkungan sekitar.

Persahabatan
Nabi Muhammad saw bersabda, “Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang Mukmin dan jangan ada yang menyantap makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Rasulullah menekankan pentingnya memilih sahabat karena sahabat adalah penentu baik burukya sifat seseorang. Seorang Muslim yang salah dalam persahabatan, maka ia akan sulit untuk memahami dan mangamalkan ajaran-ajaran Islam. Terlebih sekarang kita menginjak pada era internet. Jika sampai salah pilih sahabat atau teman, maka keimanan kita terganggu.

Kita harus selektif dalam menetukan teman di sekitar lingkungan kita sendiri. Setiap Muslim harus memiliki kesadaran tinggi, terutama anak remaja. Sebab, mereka sangat rentan tertarik pada segala hal yang menyenangkan. Jadi, masalah sahabat, bukan masalah ringan dan biasa-biasa saja.

Media
Berhati-hatilah mengkonsumsi media yang ada disekitar kita, baik media sosial maupun media lainnya. Sebab ada-ada saja media yang menampilkan keburukan dengan kedok acara-acara populer. Bahkan bisa kami katakan bahwa jalan cerita dalam sebuah kisah tidak akan ada nilai estetikanya jikalau tidak tampil kebaikan dan kejahatan secara bersamaan, hal ini dapat merusak kepribadian seseorang.

Selama anda tetap menyadari perbedaan antara kedua hal ini lalu berusaha untuk menghindarkan diri yang jahat maka selama itu pula media tidak akan bisa mengubah kepribadianmu yang baik. Sikap yang selalu fokus kepada Tuhan di segala waktu dan selektif juga kritis mencerna informasi akan membantu anda untuk menemukan sifat-sifat yang berkualitas baik.

Masalah atau Tekanan
Persoalan hidup adalah pelajaran paling berharga dalam kehidupan ini. Kadang kala emosi dapat memunculkan sifat sifat negatif tanpa kita sadari dan menambah masalah atau tekanan pada diri kita. Informasi tentang kepribadian yang berkualitas yang anda dapatkan dari setiap masalah yang di lalui sangatlah penting.

Oleh karena itu, amati dan renungkan baik-baik segala pergumulan hidup yang mendatangi anda. Ini adalah kesempatan untuk belajar menyesuaikan diri untuk menciptakan keinginan hidup mandiri tanpa harus bergantung kepada orang lain, karena dapat menimbulkan masalah.

Sombong
Sifat (sombong) ini sangat hina dan tercela. Sifat ini merupakan sifat yang dimiliki Iblis. Oleh karena itu, sebagai Muslim kita harus waspada agar tak bersarang dalam benak kita. Hal ini bisa datang saat emosi atau muncul ketidakpuasan dalam diri atas suatu kejadian atau pun ketetapan yang harus dilalui.

Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Al-Qur’an perihal sifat Iblis. Allah berfirman :
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
“'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as.) di waktu Aku menyuruhmu'. Iblis menjawab: 'Saya lebih baik daripadanya: (membandingkan) Engkau ciptakan saya dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah'” (QS. Al-A'raaf: 12).

Artinya, kesombongan muncul karena adanya sifat merasa diri lebih baik dari orang lain. Jika kita tidak waspada, dampak buruk akan menghancurkan pondasi iman yang kita pelihara dan pertahankan. Karena sombong akan membuat manusia jauh dari kebaikan pikir dan kebijaksanaan dalam memilih dan mengambil keputusan, dan itu sifat yang sangat tercela yang akan merusak dan menodai kepribadian islam anda.

Sombong adalah hak Allah SWT. dalam hadist riwayat disebutkan : “Sombong adalah selendang-Ku, dan keagungan adalah selimut-Ku. Barang siapa menyaingi-Ku di dalamnya (kesombongan), aku pasti akan menghukumnya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah & Ibn Hibban). Dan Allah SWT. telah memberikan peringatan kepada orang yang sombong. Allah berfirman :
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak membuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa”.[al-Qashshash :83].


Dari artikel kali ini dapat kita simpulkan, bahwa kita harus waspada dan perlu memperhatikan faktor utama yang sangat penting untuk menjaga kepribadian  kita selaku orang Muslim. Karena, barang siapa yang lalai, maka iman dalam dirinya akan tergerus terus-menerus, sementara kita masih merasa diri sebagai Muslim yang baik. Demikian dari saya Wassalamu'alaikum wr.wb., Semoga Bermanfaat!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Faktor yang Dapat Merusak Kepribadian Muslim di Era Modern"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel